BagianEkonomi, Sinjai – Koefisien gini didasarkan pada kurva lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variabel tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk. Koefisien digunakan untuk mengetahui ukuran tingkat ketimpangan pengeluaran sebagai proksi pendapatan penduduk secara menyeluruh. Koefisien Gini berkisar antara 0 sampai 1. Apabila koefisien Gini berniali 0 berarti pemerataan sempurna, sedangkan apabila bernilai 1 berarti ketimpangan sempurna. Perubahan Gini Ratio merupakan indikasi dari adanya perubahan distribusi pengeluaran penduduk. Gini Ratio mengalami penuruan berarti distribusi pengeluaran penduduk mengalami perbaikan. Series data menunjukkan bahwa koefisien gini Kabupaten Sinjai selalu berada di bawah angka provinsi dan nasional. Klasifikasi atau kriteria koefisien gini di bawah 0,4 dikategorikan sebagai ketimpangan rendah. Koefisien gini antara 0,4 sampai 0,5 dikategorikan sebagai ketimpangan sedang. Koefisien gini di atas 0,5 dikategorikan sebagai ketimpangan tinggi. Berdasarkan kriteria tersebut, Kabupaten Sinjai termasuk wilayah dengan ketimpangan rendah sejak tahun 2017 (0,376) sampai tahun 2020 (0,372). Program pro poor masih menjadi perhatian utama untuk mereduksi koefisien gini sehingga distribusi pendapatan makin merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *