BagianEkonomi, Sinjai- Menurut UNDP, IPM didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (a process of enlarging the choice of people). Angka IPM memberikan gambaran komprehensip mengenai tingkat pencapaian pembangunan manusia sebagai dampak dari kegiatan pembangunan yang dilakuan oleh suatu negara/daerah. Semakin tinggi nilai IPM suatu negara/daerah, menunjukkan pencapaian pembangunan manusianya semakin baik. Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). IPM mengukur pencapaian hasil pembangunan dari suatu daerah/wilayah dalam tiga dimensi dasar pembangunan yaitu: lamanya hidup yang diukur melalui variabel Angka Harapan Hidup (AHH), pengetahuan/tingkat pendidikan yang diukur melalui variabel Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah, serta standard hidup layak yang diukur melalui Purchasing Power Parity atau daya beli.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sinjai terus bertumbuh selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2020, IPM Kabupaten Sinjai masih berstatus sedang (60 < IPM < 70) yaitu sebesar 67,60, meningkat 0,55 poin dibanding tahun sebelumnya. IPM Kabupaten Sinjai masih berada di bawah IPM Provinsi Sulawesi Selatan dan IPM Nasional, namun pertumbuhan IPM Kabupaten Sinjai lebih tinggi dari pada pertumbuhan keduanya. Pada tahun 2020, pertumbuhan IPM Kabupaten Sinjai sebesar 0,82 persen sedangkan IPM Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional tumbuh masing-masing 0,38 persen dan 0,03 persen. Tingkat pertumbuhan IPM Kabupaten Sinjai tersebut menempati urutan ke-2 tertinggi se Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *