BagianEkonomi, Sinjai – Kabupaten Sinjai memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan menjadi sektor yang menopang pertumbuhan perekonomian daerah.

Hal inilah yang menjadi dasar sehingga lembaga perbankan dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadikan Kabupaten Sinjai sebagai lokus pelatihan pengolahan perikanan tangkap bagi Marketing Analisis dan Mikro (Mantri) Bank BRI.

Kegiatan yang dikerjasamakan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Dinas Perikanan Sinjai ini dilaksanakan di Aula Hotel Grand Rofina Sinjai, Rabu (09/03/2022).

Pelatihan ini dibuka oleh Pimpinan Bank BRI Cabang Sinjai Irvan Fahrizal dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai H. Haris Achmad dan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sinjai A. Mandasini Saleh.

Dalam sambutannya Pimpinan Bank BRI Cabang Sinjai Irvan Fahrizal mengatakan bahwa pelatihan ini fokus untuk meningkatkan skill dan pengetahuan para mantri khususnya dalam sektor perikanan tangkap.

Menurutnya, selaku lembaga di bidang perbankan, memiki kewajiban membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor perikanan yang menjadi salah satu andalan bagi warga Sinjai.

“Dengan adanya kolaborasi ini, potensi perikanan di Sinjai bisa semakin berkembang, perekonomian di daerah pesisir semakin maju dan paling utama akses permodalan semakin dipermudah, ” jelas.ya.

Sementara itu, Kadis Perikanan Kabupaten Sinjai H. Haris Achmad menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi dan mendukung penuh atas terlenggaranya kegiatan ini.

Hal ini dikarenakan Sinjai memiliki potensi perikanan yang luar biasa. Ini tidak lepas dari letak geografis yang sangat sterategis karena berhadapan langsung dengan Teluk Bone.

Dijelaskan Haris, dari 9 kecamatan yang ada di Sinjai, 3 kecamatan berada di daerah pesisir dan 1 kecamatan berada di wilayah kepulauan dengan memiliki garis pantai sekitar 41 kilometer.

“Dari sekitar 200 ribu lebih total penduduk di Sinjai, 9 ribu diantaranya berprofesi sebagai nelayan atau bergelut di perikanan tangkap sehingga sektor ini sangat memiliki peran untuk menopang pertumbuhan ekonomi, ” ungkapnya.

Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Sinjai ini mengatakan bahwa kendala yang dihadapi oleh nelayan saat ini adalah SDM dan akses permodalan.

Olehnya itu melalui pelatihan ini yang nantinya akan turun kelapangan dengan melibatkan para kelompok nelayan, akses untuk mendapatkan permodalan semakin mudah. “Kegiatan ini momentum yang sangat bermanfaat bagi nelayan dalam mengakses permodalan di lembaga perbankan. Jika akses modal ini mudah diperoleh maka nelayan akan semakin sejahtera,” tambahnya.

Sumber : (https://sinjaikab.go.id/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *